Mobil Anti Macet seharga 1.8M

Mobil Anti Macet Terrafugia adalah sebuah prototype Mobil yang bisa berubah menjadi pesawat terbang. Dengan menggunakan mobil terbang ini dijamin kita akan lolos dari kemacetan lalulintas.

Terrafugia mampu terbang sejauh 724 Km dalam mode pesawat, dan sanggup dipacu hingga 185 Km/ Jam dalam mode mobil biasa.

Terrafugia disebut dengan Transition Roadable Aircraft, yang dilengkapi sayap yang dapat melipat secara otomatis dalam waktu 30 detik, hal seperti ini seperti mengadopsi buka tutup atap pada Mobil Convertible dalam waktu yang hampir sama.

Setelah sayap ini ditekuk, maka mobil anti macet ini akan berjalan normal layaknya kendaraan roda empat lain dan tetap muat jika diparkir di sebuah garasi mobil normal, sehingga Mobil ini sangat flexible untuk digunakan. Terrafugia dijual sekitar Rp. 1.8M.

Berikut Gambarnya :

* Kira - kira Seperti ini cara Transformasinya :
Mobil ini hanya dirancang untuk menghindari kemacetan karena apabila sudah terjebak di kemacetan mobil ini akan susah untuk mendapatkan landasan pacu untuk terbang. jadi sebelumnya mobil tersebut bisa mempersiapkan landasan untuk terbang layaknya pesawat, dan pengemudi sudah sangat mengetahui kira kira jalanan mana yang macet. namun sayangnya mobil ini gk dijual bebas di pasaran, karena keterbatasan produksi yg hanya sedikit.

Sumber : Kaskus

Konsep Sepeda Motor Masa Depan

Kalau anda pernah membayangkan seperti apa konsep sepeda motor masa depan lihat saja desain-desain motor ini. Beberapa memang sudah dibuat, tapi belum praktis untuk masuk jalur produksi massal. Beberapa lagi mungkin baru hanya merupakan desain kreatif saja.

Dann ini dia Design yang unik dan mengagumkan...

 Mach Ness
 
Pabrikan motor Arlen Ness menciptakan monster metal ini dengan ditenagai oleh sebuah mesin gas-turbine helikopter. Lapisan luar dari alumunium dengan rivet-rivet besarnya yg mencolok mata membuatnya sangat unik yang tidak akan didapatkan dari fiber carbon dan plastik. Bodinya dibentuk seluruhnya dengan tangan, ini yang bikin motor sangar ini sulit masuk jalur produksi massal.

Icare Bike Concept
 
Kalau merujuk pada desain untuk motor Batman, mungkin inilah yang paling mendekati. Icare tidak hanya suatu konsep yang super keren, tapi juga sebuh desain nyata yang bisa dibuat. Ditenagai oleh mesin Honda 6 silinder berkapasitas 1,8 liter dengan dua exhauts. Saat ini masih belum bisa dipastikan akan diproduksi massal atau tidak.
 
Swordfish Motorcycle Concept
 
Kalo pernah membayangkan motor masa depan seperti apa, mungkin tidak ada yang semanis motor ini. Konsep Swordfish Motorcycle dari Alexander Kotlyarevsky ini menunjukkan desain futuristis yang agresif dengan roda hubless-nya. Secara keseluruhan terlihat sangat menarik, kombinasi lekuk-lekuk bodi dan sudut-sudut tajam yang sesuai dengan namanya.
 
Halbo Future Duo-Wheel BMW
 
Kalo Anda mencari motor kencang dan yang berukuran kecil serta memanjakan keselamatan Anda, ini mungkin yang Anda cari. Desainer Pierre Yohannes mendesain Halbo untuk orang-orang yang peduli lingkungan yang menginginkan sesuatu yang kompak dan bertenaga listrik. Roda depannya stasioner dan buntut di belakangnya yang berbelok. Jadi seperti mengendarai sebuah motorboat.
 
Jaguar M-Cycle
 
Namanya sebenarnya tidak menunjukkan segi kecepatannya. Ini lebih ke arti yang sebenarnya. Konsep Jaguar oleh M-Cycles ini terinspirasi dari bentuk logo dari pabrikan Jaguar. Panjangnya hampir 2,5 meter dengan fitur fiberglass pernis ebony diatas besi bajanya.
 
 
Scarab Motorcycle
 
Namanya seperti kendaraan di gurun pasir, kenyataannya ini didesain untuk situasi perkotaan. Motor ini bisa beradaptasi dengan berdiri saat diparkir untuk mengantisipasi lahan parkir kota yang semakin sempit. Faktanya Anda dan 3 teman Anda dapat menggunakannya dan hanya memakan space untuk sebuah mobil saja. Designer David Miguel Moreira Gonçalves memimpikan Scarab untuk digunakan sebagai kendaraan sewa sebagai solusi transportasi yang nyaman dan ramah lingkungan.
 
ENERGYA Motorcycle
Kalau yang satu ini masih dikategorikan sebagai sepeda motor tulen. Dengan dua roda di depan dan dua buah joknya membuatnya mirip mobil balap, tapi cuma punya sebuah roda belakang. Desainer Higgins-Aube membernya nama "motomobile", hasil kimpoi silang mobil dan sepeda motor.
 
Ferrari V4 Motorcycle Concept
 
Kalo Ferrari bikin motor, bisa dibayangkan kalo acuannya adalah mobilnya. Desainer Amir Glinik menciptakan motor ini dengan lekuk bodi dan sudut dari roh mobil Ferrari, yang mengkombinasikan estetika dan performance. Konsep Ferrari V4 ini mengadaptasi kontrol jet tempur F-16 dan tombol-tombol dari mobil Formula-1.
 
 NUCLEUS Motorcycle Concept
 
NUCLEUS membuang jauh-jauh apapun dalam pikiran Anda mengenai sosok sebuah motor konsep. Jujur saja, tidak seperti desain konsep motor yang lain, NONOBJECT mendesainnya berbeda sendiri dari inspirasi motor konsep lainnya. Saat tidak digunakan motor ini seperti sebuah kotak yang aneh, tapi saat dikendarai roda-rodanya akan memanjang dan muncul joknya untuk memamerkan kegunaannya.
 
 
Magic Tricycle
 
The Magic Tricycle kedengarannya seperti sebuah mainan anak-anak, tapi kenyataannya adalah sebuah sepeda motor transformer yang ajaib. Saat Anda pengen berada di dalam mobil, motor ini akan merebah ke samping dan menggunakan 3 rodanya dan berfungsi layaknya mobil. Tapi saat Anda pengen ngebut, motor ini akan berdiri dengan roda ketiganya berada di atas, yang diharapkan membantu keseimbangannya.
 
 
Speed Racer Alien Motorcycle
 
Motor ciptaan desainer Dan Bailey ini seperti sesuatu yang muncul di film-film aliens. Berbasis Kawasaki Ninja, motor ini sangat solid, tapi didesain dengan sedikit mengejutkan sekaligus manis. Tidak ada pernyataan apakah motor ini akan diproduksi apa tidak.
 
2015 Honda CB750 Concept
 
Motor ini keliatannya seperti pernah dimajinasikan dalam video-video game tahun 90-an. Frame dari carbon fiber, alumunium, dan titanium membuat Honda CB750 2015 ini sanggup membawa beban pengendaranya yang berat. Ditenagai oleh mesin hidrogen cair 4 silinder dan memiliki fitur on boar computers yang dikendalikan sebuah OLED touceh screen. Teknologi radarnya membuat motor ini akan melambat saat akan terjadi benturan. Tentu saja fitur ini bisa dinon-aktifkan kalo Anda tidak menyukainya.
 
mana favorit anda ??? *komentar untuk VOTE ! 
Sumber : Kaskus.us  
  
 

Need For Speed: The Run PC Review








EA Black BOx merupakan pengembang game yang sudah lumayan lama dalam menggarap game balapan arcade untuk Electronic ARts (EA), yakni seri Need For Speed. Pengembang seri NFS Underground 1-2, Carbon, Pro Street, World, serta Undercover itu, kembali merampungkan karya terbarunya yang masih bergenre yang sama seperti sebelumnya, NFS The Run (NFS TR). Kali ini, mereka mempersenjatai gfx engine dengan memanfaatkan Frosbite Engine 2 (FBE 2) yang juga sama-sama digunakan dalam game aksi Battlefield 3 (BF 3). Lalu, bagaimana kualitas gameplay NFS TR ini dibandingkan seri-seri sebelumnya??





Kali ini cerita dalam seri NFS TR ini akan mengisahkan seorang pembalap jalanan bernama Jack Rourke, yang selalu dikejar-kejar oleh sekelompok mafia yang tak jelas asal usulnya. Dikarenakan, mereka menuduh si Jack berhutang dengan nilai yang sangat tinggi kepada para mafia tersebut, hingga ia tak mampu membayarnya. Oleh sebab itulah, si Jack lalu segera meminta bantuan terhadap teman lamanya, seorang cewek pebisnis yang kaya raya, bernama Sam Harper untuk bisa menegosiasikan kembali hutang-hutang si Jack kepada para mafia itu.

Demi pertemanan, Sam pun menyanggupi untuk membantu Jack, namun bantuan tersebut tidak gratis. Sam memberikan persyaratan yang tinggi, yakni si Jack harus mengikuti lomba balapan mobil ilegal, yang rute balapannya dimulai dari San FRansisco di wilayah pantai barat Amrik hingga ke New York yang ada bagian paling timur. Kemudian, Jack juga harus bisa menjadi pemenang nomor satu dalam balapan yang telah diikuti oleh sekitar 200 pembalap jalanan dari berbagai tempat, yang ikut ambil bagian dalam balapan lintas benua itu.

Si Jack pun menerima dengan sepenuh hati tawaran Sam tersebut. Sebab selain si Sam akan membereskan hutang-hutangnya terhadap kelompok Mafia, jika sukses jadi pemenangnya, Jack akan menerima imbalan 10% dari total hadiah utama yang sebesar US$ 25 juta. Sam juga menjanjikan jika segala hal terkait transportasi dalam perlombaan itu, semuanya sudah diurusnya. Maka berangkatlah si Jack untuk mengikuti balapan jalanan lintas benua yang ilegal itu. Akankah si Jack berhasil memenangkan balapan tersebut??



Alur cerita yang sangat linear, ini sudah pasti akan ketebak endingnya seperti apa. Namun bukan itu masalah besarnya, melainkan, siapakah si Jack itu sebenarnya?? Siapa itu si Sam?? Darimana para Mafia itu muncul?? Kenapa si Jack jadi cowok yang banyak hutang?? Apa hubungan sebenarnya antara si Jack dengan si Sam?? Belum lagi, beberapa saingan berat si Jack, para pembalap jalanan juga, yang entah mengapa sangat bernafsu ingin membalas dendam kepada si Jack, juga masih belum jelas. Jadi, sepanjang permainan, akan muncul beberapa hal ketidakjelasan di dalam banyak sisi cerita pada NFS TR ini.

Oleh sebab itulah, penulis menyarankan agar gamer tidak terlalu melihat sisi cerita dari NFS TR ini yang banyak ketidakjelasannya, kurang lebih sama banyaknya hal-hal yang tak jelas dengan cerita yang ada di game aksi CRysis 2. Cerita dalam NFS TR ini bagaikan menonton film-film aksi ala Hollywood kelas tiga. Intinya, ada seorang cowok yang lagi dikejar-kejar hutang ama mafia lalu minta bantuan kepada seorang teman ceweknya, lalu sang cewek itu mau membantu dengan syarat, si cowok harus memenangkan balapan jalanan ilegal.

CErita yang seharusnya bisa dieksplorasi lebih dalam lagi, ternyata sang pengembang hanya menggunakan hal tersebut sebatas formalitas demi membenarkan sang jagoan utama untuk mengikuti balapan jalanan ilegal, yang juga sama-sama tidak jelasnya dengan kisah utama di NFS TR ini. Mengapa balapan jalanan di NFS TR dianggap gak jelas?? 

 


Konsep dasar pada balapan mobil jalanan ini masih mengikuti sama seperti apa yang sudah ditawarkan sebelumnya oleh NFS Hot Pursuit 2010, yakni dalam hal aneka ragam tunggangan kuda besi, gamer tinggal menekan tombol gas (maju, kiri, kanan) dan rem serta fitur turbo boost (nitro) saja. Sistem kustomisasi mobil di dalam NFS TR ini hanya berupa pemilihan warna dan body kit semata, dan fitur itupun hanya terbatas pada beberapa jenis mobil saja. jadi tidak semua mobil memiliki fitur kustomisasi warna dan bodykit.

Namun, berbeda dengan sifat gameplay pada NFS HP 2010 yang berupa semi open ended, karena masih membebaskan gamer dalam memilih sirkuit balapan ataupun jenis balapan yang diinginkannya, maka di NFS TR ini tidak ada hal seperti itu. Gameplay di NFS TR sangat bersifat close ended, dalam arti sirkuit dan jenis balapan yang ada sudah ditentukan sejak awal, sesuai alur skenario cerita yang ada. Selama balapan mobil jalanan dari Kota San Fransisco hingga Kota New York, yang panjangnya berjarak sekitar 3000mil atau hampir 5000km itu, gamer harus mengikuti rute balapan yang sudah tersedia, tak bisa memilih rute-rute yang lainnya.

Lalu, panjang rute balapan yang menurut di peta ala NFS TR itu berjarak 3000-an mil/hampir 5000km, kenyataan pada prakteknya tidak sepanjang itu. Sebab, total panjang sirkuit balapan yang harus gamer ikuti, mungkin hanya sekitar 10% dari ribuan mil/km saja. Namanya saja balapan jalanan ilegal, maka sirkuitnya ya berada di jalan raya, entah bersetting lokasi di wilayah pedesaan, gurun pasir, perbukitan, pegunungan, pinggiran danau, pinggiran perkotaan, di tengah-tengah kota, dst. Yup, lokasi balapan liar di NFS TR ini terlihat lebih beraneka ragam daripada seri-seri NFS sebelumnya.



Seperti yang sudah sempat penulis singgung sebelumnya, untuk menjadi pemenang dalam balapan liar itu, gamer harus bisa mengalahkan 200 pembalap jalanan lainnya. Namun, gamer akan mengalahkan ratusan pembalap liar itu secara bertahap di mode kampanye cerita, melalui tiga jenis balapan, yaitu:

1.  Sprint Race - Balapan standar dan menghadapi lawan sebanyak 3-10 pembalap lainnya dalam satu sirkuit.
2. Checkpoint Race - Balapan seorang diri dan dibatasi oleh waktu di setiap checkpoint (time trial).
3. Battle Race - Balapan yang melawan 1-5 pembalap lainnya, yang setiap berhasil mendahului pesaingnya, gamer harus mampu mempertahankan posisi tersebut dalam waktu tertentu, agar benar-benar bisa mengalahkan pesaingnya itu.

Setiap memulai perlombaan di mode kampanye cerita, mobil yang gamer pakai di sirkuit sebelumnya akan otomatis dipakai gamer di sirkuit berikutnya. Kebebasan bagi gamer untuk memilih mobil baru, ada dua cara. Pertama, bisa dilakukan ketika gamer lagi berada di tengah-tengah balapan, yakni ketika berhasil menemukan POM Bensin (Gas Station) yang memang keberadaannya hanya terbatas di beberapa sirkuit tertentu saja. Di POM Bensin itu barulah gamer bisa mengkustomisasi warna dan bodykit dari mobil tersebut, jika memungkinkan. JIka gamer tidak mampu mengkustomisasi kepada mobil-mobil yang diinginkannya, ya nasib.



Cara kedua, yakni dengan menamatkan seluruh perlombaan di mode kampanye cerita yang ada terlebih dahulu, yang berjumlah total ada 10 bab cerita (stage). Di setiap stage, akan muncul beberapa perlombaan (event). Kemudian, ketika gamer berniat mau mengulangi kembali suatu balapan di satu bab cerita tertentu, barulah NFS TR ini memberikan kebebasan bagi gamer untuk memilih mau menggunakan mobil yang mana, tentunya berikut dengan kustomisasi mobil (jika ada). Sebagian besar merk mobil yang muncul di NFS TR ini sudah muncul sebelum-sebelumnya, misalnya Ford, Lamborghini, Porsche, Audi, Chevrolet, Toyota, BMW, Mitsubishi, Lexus, Lotus, Mercedes, MC Laren, dsb.

Pada game NFS TR ini juga berlaku EXP point dan peningkatan level karakter gamer, yang berguna untuk membuka beberapa mobil baru, dan abiliti-abiliti baru dalam balapan di mode MUltiplayer Online (MP OL). Pada dasarnya, balapan-balapan mobil di game ini lumayan seru, sebab gamer akan terus berpacu balapan di antara pinggiran jurang, melewati badai pasir, menghindari reruntuhan salju yang ada di pegunungan, balapan di dalam terowongan kereta listrik bawah tanah, serta balapan diantara tumpukan kontainer dalam kecepatan yang sangat tinggi. Tingkat pengendalian di game ini memang terasa sangat mudah, khas arcade racing game.

Sayangnya, keasyikan dalam balapan liar tersebut akan terganggu dengan beberapa hal, diantaranya bagi gamer yang masih menggunakan kibord sebagai alat kontrol untuk memainkan NFS TR, muncul bug yang aneh. Yakni, gamer dilarang men-setting tombol anak panah atas bawah sebagai alat untuk tekan gas dan rem. Untungnya game ini masih memperbolehkan gamer menggunakan tombol NUmpad pada kibord sebagai pengganti tombol anak panah kanan kiri atas bawah yang kurang berfungsi itu. Tapi, entah mengapa, jika menggunakan tombol NUmpad untuk menyetir mobil, malah terasa lebih lambat responnya daripada menggunakan tombol selain numpad. Aneh memang.



Lebih aneh lagi ialah para AI musuh yang muncul di setiap balapan yang terasa kurang fair. Bagaimana mau fair, jika para AI musuh yang kadang hanya menggunakan mobil semacam Chevrolet Camarro SS ataupun Camino, bisa mengalahkan penulis yang sudah memakai sekelas Audi RS4. Lalu di beberapa sirkuit dan jenis balapan dalam game ini, sama seperti di NFS HP 2010, kadang muncul para polisi yang secara membabi buta suka mengejar-ngejar penulis dan para pembalap lainnya. Selain itu, sudah tradisi jika beberapa mobil polisi yang hanya memakai SUV bisa mengejar dan mendahului penulis yang sudah memakai mobil sekelas Lamborghini. Sangat hebat bukan??

Bukan hanya para petugas polisi yang super sakti, kadang di beberapa perlombaan, muncul para mafia yang menggunakan banyak mobil untuk mengejar dan menghancurkan gamer dengan senapa mesin. Sebagian para mafia itu juga menggunakan mobil kelas SUV yang lagi-lagi super cepat dan mampu mendahului sportcar milik penulis. Tidak hanya itu, para mafia itu juga mengerahkan sebuah helikopter bersenapan mesin dan menembaki penulis yang secara membabi buta. Gamer hanya bisa menghindari dengan cara, selincah mungkin mengemudikan mobil supaya tidak banyak kena tembakan dari kaum mafia itu.

Ketika muncul adegan kejar-kejaran yang dibumbui tembak-tembakan itu, muncul sistem health ala Call of Duty. Yakni jika kebanyakan tertembak maka layar monitor akan semakin dipenuhi warna merah, dan sebaliknya. Lalu, untuk pertama kalinya pula, sang jagoan utama dari NFS bisa keluar dan atau memasuki mobilnya sendiri. Tentu caranya bukan seperti di GTA IV, melainkan sudah ditentukan melalui alur skenario yang ada. Lalu, ketika si Jack lagi berlari ataupun berjalan, akan muncul Quick Time Event (QTE) di beberapa adegan tertentu.



Sekilas, fitur QTE tersebut akan makin menambah keragaman gameplay, padahal sebenarnya sih malah menjengkelkan. Bagaimana mau mengasyikkan, jika penulis lagi asyik-asyik balapan lalu dipaksa keluar dari mobil dan disuruh harus berlarian demi menghindari tembakan dari helikopter, kemudian mencari mobil lainnya untuk segera kabur dari tempat kejadian perkara, semuanya ala QTE. Belum lagi, ketika lagi balapan, gamer dipaksa harus terus membalap melalui jalan yang sudah ditentukan, sekalipun tidak boleh keluar jalur dan hanya boleh keluar jalur jika ada jalan pintas yang sudah ditentukan oleh game.

Seandainya gamer memaksa untuk keluar jalur atau tidak sengaja keluar jalur, maka game akan otomatis merestart posisi gamer ke checkpoint terakhir. Fitur reset itu seperti gamer sedang memainkan game action shooter, yang jika terbunuh akan otomatis balik ke checkpoint terakhir. NFS TR ini benar-benar game yang mirip arcade racing dengan tema balapan jalanan ilegal yang gak jelas. Siapa pihak panitia yang mengadkana balapan ini?? Siapa yang mau jadi sponsor dan rela beri hadiah sebesar US$ 25juta itu?? dll.

Ada fitur QTE yang benar-benar gak jelas lagi manfaatnya sepanjang balapan ini berlangsung, selain hanya untuk formalitas belaka bahwa game ini memiliki cerita utama. Tak lebih dan tak kurang. 




Selain mode kampanye cerita, pihak pengembang juga menyediakan mode Challenge Series, yang setiap stage nya baru akan terbuka ketika gamer sudah menamatkan keseluruhan cerita utama di NFS TR. Akan ada beberapa model balapan baru disetiap stage di mode challenge ini. Namun, entah mengapa di dvd yang penulis mainkan, mode challenge ini mengalami bug yang parah. Yaitu, ketika penulis memilih satu stage challenge lalu mau berpindah ke stage-stage lainnya, maka akan dilarang. Akibatnya, penulis terpaksa menekan ALT+F4 hanya untuk keluar dari mode stage challenge tersebut.

Game ini juga menyediakan autolog (seperti biasanya) bagi gamer yang membeli dvd resmi dan memanfaatkan fitur MP OL-nya. Penulis merekomendasikan bagi gamer untuk sering-sering memainkan mode tersebut, sebab akan ada mobil-mobil terbaru sebagai hadiah dari keberhasilan gamer memenangkan berbagai balapan di mode MP OL yang bisa digunakan di mode challenge dan mode kampanye cerita. Tentunya, dengan terus memainkan mode MP OL akan bisa menambah EXP point secara signifikan. NFS TR memberikan batasan hingga maximal level 30 bagi gamer.




Durasi permainan di mode kampanye cerita ini sangatlah singkat, lebih singkat dibandingkan ketika penulis menamatkan COD Modern Warfare 3 (COD 8) atau BF 3. Bisa dibilang, gamer hanya membutuhkan waktu antara 2-4jam saja, tergantung dari pemilihan tingkat kesulitannya, mau easy, normal, atau hard. Mode kampanye cerita pada NFS TR ini merupakan game arcade racing tersingkat yang pernah penulis tamatkan dalam dunia NFS single player.
Tidak sebanding dengan kebutuhan space hdd dari game ini yang meminta sebesar 18gb. Lebih banyak makan tempat di HDD daripada Batman ARkham City, namun durasinya lebih sangkat daripada COD 8.




Bagi gamer yang beruntung bisa pre-order, membeli DLC add on, ataupun membeli NFS TR edisi terbatas, maka EA memberikan beberapa mobil sebagai bonus tambahan, diantaranya sbb:

The Limited Edition:
- Lamborghini Aventador
- Chevrolet Camaro ZL
- Porsche 911 Carrera S

VIP Rewards:
- Need for Speed Edition BMW 1M Coupe
- Team Need for Speed BMW Z4 GT3
- Autolog Profile Icons

Supercar Pack DLC:
- Bugatti Veyron 16.4 Super Sport
- Lambo Countach 5000 QV
- Lexus LFA
- Porsche Carerra GT
- GUMPERT Apollo S
- Hennessey Venom GT
- Koenigsegg Agera R

AEM Challenge Series:
- AEM Challenge
- AEM Nissan 370Z

Old Spice Challenge Series:
- Old Spice Challenge
- Old Spice Ford Mustang Boss 302
- Old Spice Nissan 200 SX

Dr Pepper Bonus Rewards:
- Dr Pepper Ford GT
- Dr Pepper Porsche GT2 (993)
- Dr Pepper Chevrolet Corvette Z06 Carbon
- Autolog Profile Icons

 MObil-mobil diatas akan bisa digunakan, baik di mode kampanye cerita maupun di challenge series, atau di mode MP OL pada NFS TR. Sangat disayangkan, lagi-lagi pihak pengembang mendesain HUD statistik mobil yang sangat sederhana, jadi bagaimana kekuatan dan kelincahan mobil-mobil tersebut pada prakteknya ketika balapan pada game arcade racing ini, tidak diketahu pasti. Hal yang sama juga berlaku pada mobil-mobil standar NFS TR lainnya. Selain itu, sang pengembang juga malas untuk mengadakan semacam fitur showroom cars seperti yang ada di NFS Shift 2, untuk memperlihatkan berbagai mobil yang telah dikoleksi oleh gamer sepanjang bermain di NFS TR ini.



Ada memang fitur View Cars yang terdpata di menu utama NFS TR. Akan tetapi bentuk fiturnya sangat mengecewakan, karena sangat membatasi gamer untuk melihat-lihat secara lebih bebas kepada mobil-mobil hasil koleksinya. Lalu untuk apa pihak pembuat game memberi begitu banyak bonus mobil jika ujung-ujungnya gamer tidak bisa bebas melihat mobil-mobil itu sendiri?! 




NFS TR ini telah menggunakan gfx FBE 2 yang sama-sama digunakan oleh game BF 3, sama-sama menampilkna kualitas tertinggi dalam hal texture yang tajam, efek shader ala Dx11 yang manis serta gerakan animasi yang mulus. Apakah ada efek-efek tesselation atau tidak, tak jadi masalah. Gfx game ini secara umum lumayan indah dan jernih. Hal itu terlihat pada setting pemandangan di berbagai sirkuit jalanan, yang semuanya rata-rata menggambarkan lokasi yang menyegarkan dan menyenangkan, cukup untuk menghibur diri akan gameplaynya yang kurang menarik.

Namun, sekali lagi pihak pengembang, tampaknya kurang begitu memoles efek-efek gfx di NFS TR agar terlihat benar-benar matang sebagaimana yang sudah ditampilkan oleh DICE dalam gfx BF 3. Entah mengapa, frame rate per second dipatok ke angka 30 saja, dan meniadakan opsi Anti Aliasing untuk menghilangkan jaggies. Padahal jika tak mau repot, pihak pengembang bisa memasukkan fitur FXAA yang berbentuk sederhana dan sudah matang ke dalam NFS TR ini. Tapi mereka tetap tak mau melakukannya. Untungnya ada pihak ketiga yang mampu membuat mods FXAA untuk NFS TR ini. Akhirnya, gfx game ini jadi terlihat lebih halus daripada sebelumnya.

Selain itu, unsur motion blur di game ini terlihat kebanyakan, sehingga seringkali mengaburkan pemandangan yang menjadi hiburan bagi penulis. Kedetailan desain mobil-mobil dan sirkuit jadi terasa kurang bermakna di mata. Parahnya lagi, unsur motion blur itu tak bisa dimatikan pada opsi gfx di menu utama, sebab memang tiada opsi semacam itu di sana. Dasarnya gfx FBE 2 ini memang bagus tapi sang pengembanga terkesan untuk tidak mau memperlihatkan keindahan gfx game NFS TR ini secara lebih maximal lagi.





Pengisi suara dari karakter utama si Jack dan si Sam lumayan bagus, bisa mencerminkan sedikit kepribadian, sedangkan pengisi suara dari para NPC figuran lainnya, ya secara stadar terdengar bagus. Musik latarnya lumayan menarik, tapi tiada yang istimewa. Dan seperti biasa, detal suara deru mesin mobil yang dipacu dalam kecepatan sangat tinggi berikut bunyi ban yang berdeceit ketika lagi nge-drift atau mengerem, terdengar sangat bagus. Begitu pula bunyi sirene yang ada di mobil-mobil polisi, serta suara tembakan yang keluar dari para mafia yang bersenjata api, sama-sama berkualitas tinggi. 




Cerita ala film aksi picisan karena endingnya pun juga terasa sangat tidak jelas. Unsur gameplay yang ala kadarnya karena terlalu close ended seperti game action shooter. Ketika menamatkan game ini, penulis tak merasakan keasyikkan yang sama seperti saat memainkan NFS HP 2010 hingga tamat. Terasa sangat kurang garam dalam hal arcade racing di game ini. Berikut fitur view cars yang gak begitu kelihatan unsur view-nya, memang membuat NFS TR ini terlihat kurang menarik, tapi semua bisa tertutupi oleh detail wajah para NPC cewek yang manis-manis dan cantik, seperti Sam Harper, Nikki dan Mila.

Tinggal menunggu patch untuk bisa memperbaiki kontrol di kibord serta bisa membuka patokan 30fps dan mematikan motion blur di bagian sisi gfx. Semoga saja ada update seperti untuk kedepannya. Benar-benar game balapan arcade yang gak jelas.




Storyline    ----> 5
Gameplay    ----> 5
Replayability    ----> 6
Longevity    ----> 4   
Bonus        ----> 6
Gfx        ----> 9
Sound        ----> 8
Total Skor = 6,1


(+) :
- Wajah para NPC cewek terlihat mulus dan detail yang tajam
- Desain peta level di setiap stage yang sangat variatif
- Detail kerusakan mobil terlihat sangat jelas
- Banyak jenis mobil dari tier 1-6

(-) :
- Ceritanya picisan dan sangat gak jelas
- Alur cerita terlalu linear
- Balapan mobil secara umum terasa hambar
- Sistem reset yang aneh
- Para polisi dan mafia terlalu sakti
- Bug pada kontrol kibord dan challenge series
- Kinerja antara satu mobil dengan yang lainnya terasa sangat beda tipis





===========================================
Minimum System
===========================================

CPU    : 2.4 GHz Intel Core 2 Duo or equal AMD   
RAM    : 3 GB
GFX    : 512 MB RAM ATI Radeon 4870 or better or 512 MB RAM NVIDIA GeForce 9800 GT or better
DX    : DirectX 10
OS    : Windows Vista SP2 32-bit
HDD    : 18 GB
Audio    : DirectX compatible
ODD    : DVD Rom
Network    : 512 KBPS Internet connection or better

============================================
Recommended System
============================================

CPU    : 3.0 GHz Intel Core 2 Quad or equal AMD
RAM    : 4 GB
VGA    : 1024 MB RAM ATI Radeon 6950 or 1024 MB RAM NVIDIA GeForce GTX560
DX    : DirectX 11
OS    : Windows 7 SP1 64-bit
HDD    : 18 GB
Sound    : DirectX compatible
ODD    : DVD Rom
Network    : 512 KBPS Internet connection or better 

Sumber : Gamexeon.com

Gears of War 3 - XBOX 360 Review

 
Publisher: Microsoft Game Studios
Developer: Epic Games
Platform: XBOX 360
Release: 20 September 2011

Salah satu game shooter yang paling di tunggu di tahun ini, Gears of War 3, telah hadir khusus bagi para gamer Xbox 360. Epic Games selaku pengembang yang sudah mengerjakan seri Gears of War sejak seri pertamanya, banyak melakukan penyempurnaan pada seri ketiganya ini dalam berbagai aspek untuk memuaskan para gamer Xbox 360 dan para gamer pecinta Gears of War.

GAMEPLAY

Dalam hal gameplay, Gears of War 3 masih sama seperti seri sebelumnya, memiliki gameplay third-person shooter yang menekankan pada pengunaan cover dan taktik dalam pertempuran. Masih sama seperti seri sebelumnya, gamer dapat membawa satu pistol, dua senjata berbeda, dan satu set granat. Kontrol permainan hampir sama dengan sebelumnya, sehingga bagi para gamer yang sudah memainkan game Gears of War sebelumnya dapat dengan cepat beradaptasi dengan kontrol game dan kontrol gerakan karakter kali ini sedikit lebih cepat daripada Gears sebelumnya yang menurut penulis gerakan karakternya pada game terdahulu agak lamban.


Pada Campaign kali ini, cerita Gears of War 3 bersetting 18 bulan setelah ending pada GOW 2, dimana koalisi pemerintahan COG telah bubar, para manusia yang selamat masih berusaha untuk bertahan hidup melawan para mahluk Locust dan mahluk baru, “Lambent” (versi mutasi Locust yang juga dapat menginfeksi mahluk lain). Sejumlah karakter dari GOW sebelumnya kembali hadir, Marcus Fenix, Dominic Santiago, Cole, Baird, Carmine (Carmine yang satu ini merupakan saudara Carmine dari game sebelumnya yang sudah wafat), dan lain-lain. Tentu saja dalam hampir seluruh permainan gamer akan mengendalikan Marcus Fenix yang merupakan karakter utama serial GOW, tapi pada beberapa chapter gamer juga akan mengendalikan Cole. Tanpa mengungkapan detil cerita yang lebih mendalam dalam review ini, karena memang penulis tidak ingin mengbongkar cerita-cerita GOW 3, cerita terasa lebih emosional daripada GOW sebelumnya dan progress cerita berjalan mulus meskipun pada beberapa bagian cerita terasa sedikit terburu-buru.

Disamping cerita yang baik, GOW 3 juga menyajikan campaign yang penuh aksi sepanjang permainan dengan tambahan musuh baru yang sudah disebutkan, Lambent, mahluk mutasi yang agresif. Campaign dalam game ini sendiri terasa cukup panjang, butuh waktu sekitar 12 jam untuk menamatkannya dan tidak membosankan. Campaign juga bisa dimainkan oleh 4 orang secara bersamaan tapi meskipun gamer bermain sendirian A.I. teman terasa cukup pintar jadi tidak perlu ragu-ragu bagi yang bermain sendirian.


Selain menghadirkan mode Campaign, GOW 3 juga menghadirkan beberapa mode kompetitif 5 on 5 player Multi-Player yang sudah tidak asing bagi para gamer yang sudah memainkan game sebelumnya, seperti Team Deathmode, Capture The Leader, Warzone, Execution, dan lain-lain yang tiap modenya menawarkan variasi gameplay tersendiri dan bagi para gamer yang tidak memiliki koneksi internet atau member XBOX Live GOLD dapat mencicipi mode-mode Multiplayer dengan melawan bots yang dapat diatur tingkat kesulitan botnya.

GOW 3 juga menghadirkan mode multiplayer yang menekankan pada kerjasama tim yaitu Horde Mode dan Beast Mode. Horde Mode, mode survival yang bisa dimainkan sampai 5 player dimana para pemain berusaha untuk bertahan hidup dari serangan para musuh, sudah hadir di GOW 2 dulu, namun dalam seri ketiganya ini Horde Mode agak berbeda, karena pada Horde Mode kali ini gamer dapat membeli sejumlah pertahanan yang dapat digunakan untuk bertahan hidup. Lalu, ada Beast Mode, sama seperti Horde Mode tapi pada mode ini gamer bermain sebagai musuh.


Semua mode multiplayer, baik yang bersifat competitive maupun yang cooperative menyediakan 10 maps bagus dan bervariasi yang dapat dimainkan.

SOUND

Voice acting dalam Gears of War 3 tidak jelek dan lipsync mulut karakter terlihat pas, selain itu background music dalam permainan terasa sangat pas sesuai dengan suasana dan tempat dalam permainan. Efek suara senjata dan ledakan terdengar cukup baik.

GRAPHIC

Secara garis besar, grafik Gears of War 3 sangat bagus berkat game engine yang diperbarui oleh Epic Games. Grafik Gears of War 3 terlihat lebih terang dibandingkan dengan GOW sebelumnya yang terlihat agak kusam, animasi-animasi dalam terlihat lebih mulus berkat penggunaan efek motion blur yang cukup baik, dan frame rate berjalan stabil di 30 fps meskipun banyak efek-efek dilayar yang muncul secara bersamaan.


Selain itu, bukan hanya teknologi grafik GOW 3 yang menjadi salah satu kelebihan game ini dalam bidang grafik, desain level dan lingkungan map pada Campaign dan Multiplayer di olah dengan sangat baik sehingga mendukung grafik game ini.

Hanya saja meskipun memiliki banyak kelebihan dalam segi grafik, beberapa texture lingkungan terlihat agak low-res.

SCORE
Gameplay: 9.1
Menyempurnakan elemen gameplay lama dengan berbagai hal-hal baru.

Sound: 9.0
Acting suara pas dengan gerakan mulut dan emosi karakter, efek suara baik.

Graphic: 9.5
Kualitas grafik meningkat pesat dengan menyempurnakan teknologi grafik yang sudah berumur.

TOTAL: 9.2
Sumber : Gamexeon.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons