F.3.A.R PC Review



FEAR 3 adalah sebuah game berbasis First-Person Shooter dengan tema Psychic-Horror, yang dimana karakter kita berjuang melawan pasukan dari Armakham yaitu sebuah fasilitas science-militer yang menjadikan karakter kita sebagai bahan eksperimen sedari kecil, untuk dijadikan psychic-commander (orang yang bisa mengendalikan satu koloni pasukan lewat kekuatan pikiran). Di sepanjang permainan kita akan sering menemui moment2 menyeramkan namun untungnya tidak cukup untuk membuat kita berhenti bermain.



CHARACTERS


Pointman
Pointman adalah protagonist/karakter yang kita mainkan pada FEAR yang pertama. Dikenal juga dengan julukan First-Prototype, merupakan super-soldier yang memiliki ketahanan tubuh dan refleks jauh melebihi manusia normal. Merupakan anggota dari US Army First Encounter Assault Recon dan mampu menggunakan semua macam senjata dengan sempurna. Sikapnya yang tegas dan dingin namun selalu memihak kepada kebenaran membuat dia mampu membunuh saudara kandungnya sendiri (Fettel).


Paxton Fettel
Dikenal juga dengan julukan Second-Prototype, merupakan psychic-commander terbaik hasil dari eksperimen Armakham. Fettel memiliki kemampuan telekinesis, suspend/stun, dan bisa merasuki tubuh orang lain, dia juga dapat mengendalikan apapun hanya dengan kekuatan pikirannya. Sikapnya yang cenderung menyukai kekejaman membuat dia tidak ragu apabila harus membunuh saudara kandungnya sendiri (Pointman).


Alma
Seorang gadis yang dijadikan resource dan bahan eksperimen oleh Armakham sampai membuat Alma meninggal secara tragis. Alma memiliki kemampuan psychic yang luar biasa, sampai saat dia telah meninggal pun spirit dan kekuatan psychic-nya masih menghantui Armakham, Pointman maupun Fettel.

i'm warning you 
Spoiler : 

Harlan Wade
Merupakan antagonist utama dari game FEAR series. Dia yang membangun Armakham dan Project Origin, juga menjadikan anaknya (Alma) dan juga cucu2nya (Pointman dan Fettel) sebagai bahan eksperimen. Wade kini telah meninggal, namun jiwa dan obsesinya yang berubah menjadi monster makin menjadi-jadi.



STORYLINE


Storyline dasar dari FEAR 3 secara sangat singkat :

Dikisahkan ada sebuah eksperimen bernama Project Origin yang dikembangkan oleh Harlan Wade (kakek dari Pointman dan Fettel) dengan membangun Armakham, Wade melakukan eksperimen terhadap cucu2nya sendiri untuk dijadikan psychic-commander (orang yang bisa mengendalikan satu koloni pasukan hanya dengan kekuatan pikiran). 

Alma adalah ibu dari Pointman dan Fettel, Alma juga dijadikan bahan eksperimen oleh Wade karena kemampuan psychicnya yang luar biasa. 

Alma meninggal karena life-support nya dicabut oleh Armakham dan kini jiwa dan kekuatannya ingin memusnahkan semua yang berhubungan dengan Armakham dan Wade. 

Karena satu dan lain hal, Wade juga meninggal dan jiwanya berubah menjadi monster yang ingin menghancurkan keluarganya sendiri. 

Pointman dan Fettel ingin melarikan diri dari Armakham untuk menyelamatkan ibunya (Alma) dengan cara menghapuskan memori/ingatan2 yang tertinggal dari Wade.

Hubungan cerita FEAR 2 dan FEAR 3 :
Spoiler : 
Pada ending FEAR 2, Alma mengalami kehamilan karena suatu hal (gak etis kalo disebutkan) dan di FEAR 3 ini Alma akan segera melahirkan 'anak'nya tersebut. Pointman dan Fettel berusaha mencegah kelahiran tersebut karena rasa khawatir bahwa kelahiran anak dari Alma akan menyebabkan bencana.

GAMEPLAY


Variatif gameplay

Di FEAR 3 ini kita bisa bermain sebagai Pointman atau sebagai Fettel, tapi untuk bisa bermain sebagai Fettel kita harus menyelesaikan per-chapter sebagai Pointman. 

Jika kita bermain sebagai Pointman, kita bisa menggunakan senjata yg bervariasi mulai dari pistol, shotgun, SMG, dual-SMG, assault riffle, missile launcher, laser gun, grenade, juga bisa menaiki power armor (semacam robot bersenjata misil). Selain itu, Pointman juga memiliki kemampuan refleks yg tinggi, jadi kita bisa melakukan slow-motion / bullet time sambil menembaki musuh.


Sementara jika bermain sebagai Fettel, kita bisa menggunakan kemampuan psychic seperti mengangkat musuh ke udara, menembakan bola energi (atau semacamnya), juga bisa merasuki tubuh musuh. Jadi apabila Fettel merasuki tubuh tentara musuh maka dia juga bisa menggunakan senjata. Tapi, durasi Fettel saat berada di tubuh orang lain akan terus berkurang, agar Fettel bisa terus berada di tubuh tersebut dia harus terus membunuh musuh dan menghisap soul-nya.



Integrasi scoring system, level up, perks dan upgrade yang menarik

FEAR 3 ini memiliki scoring system yang bagus, jadi walaupun kita hanya bermain di campaign mode, maupun di solo-practice mode untuk multiplayer, kita tetap mendapatkan point2 seperti layaknya kita bermain online dan multiplayer.

Point bisa kita dapatkan dengan membunuh musuh dengan cara2 / senjata tertentu sesuai yang ditampilkan pada menu challenge, jika skor kita semakin tinggi maka terjadilah level-up, dengan level yang makin naik maka secara otomatis perks dan upgrade tertentu langsung kita dapatkan seperti tambahan health, max ammo, bullet-time duration, spirit duration untuk fettel, jump kick, slide kick, dll.




Multiplayer / Solo Practice Mode yang addictive

FEAR 3 memiliki mode multiplayer yang sangat menarik yang juga bisa dimainkan secara solo practice. Mode ini seperti yang terdapat pada game Left4Dead, atau Zombie-Mode-nya Call of Duty, namun FEAR 3 tetap mempertahankan originalitasnya dengan memasukkan unsur2 gameplay yang unik dan fresh.

Ada beberapa tipe permainan pada mode ini, salah satunya kita dituntut untuk bertahan menghadapi tentara2 armakham dan gerombolan psycho selama mungkin dan mengumpulkan kotak senjata lalu membawanya ke tempat tertentu agar senjata2 baru bisa bermunculan untuk dapat kita gunakan.

Pada tipe permainan lainnya kita bermain sebagai Fettel spirit dimana kita harus bertahan menghadapi semua serangan dengan memanfaatkan kemampuan psychic maupun dengan cara terus merasuki tubuh musuh dan mensabotase senjatanya.



GRAPHICS & SOUND


Grafis yang biasa2 namun sangat berkesan
Grafis FEAR 3 ini walaupun tidak bisa menyamai grafis game2 shooter terbaru lainnya, namun memiliki style dan atmosfer yang konstan dan sesuai dengan tema horrornya.
Grafisnya tidaklah 'bright and bloomy' namun lebih ke arah 'dark and gory'.

Namun untuk kualitas engine, game ini tergolong bagus dengan dukungan DirectX 11, shader-based antialiasing yang membuat kita bakal jarang menemukan jaggies walaupun AA off, selain itu game ini termasuk yang pertama yang menerapkan FXAA terbaru dari nVidia yang merupakan bentuk antialiasing paling ringan dibanding yg lainnya.


Namun konsekuensi dari penerapan shader-based antialiasing adalah grafis menjadi terkesan nge-blur dan tidak tajam. Selain itu kualitas texture di FEAR 3 ini tidaklah terlalu bagus, bahkan terkesan low-res, mungkin ini juga karena ukuran gamenya yang hanya 4,6 GB.

Walaupun menggunakan grafis DirectX 11, FEAR 3 mampu menghasilkan frame-rate yang stabil dan playable walaupun dimainkan di spek hardware menengah.


Sound dan voice-actingnya mantap
Kualitas sound di FEAR 3 sangat bagus karena mendukung atmosfer seram dan epic dari game itu sendiri. Suara senjata2nya pun terkesan powerful dan brutal. Musik pengiring disaat baku-tembak juga mampu memacu adrenalin kita. Voice acting dari karakter2 di FEAR 3 juga terdengar sangat matang, apalagi suara dari Paxton Fettel yang terkesan psychotic dan kejam membuat atmosfer gameplaynya semakin seram. Sering terdengar komentar2 dari Fettel yang sarkastik jika Pointman melakukan suatu perbuatan baik, juga terdengar kepuasannya saat merasuki dan mengendalikan tubuh orang lain.



OVERALL SCORE


FEAR 3 memiliki nilai replayability yang tinggi karena gameplaynya yang fast-paced (tempo cepat), musuh2 A.I yang pintar, juga kita bisa bermain sebagai Fettel dengan kemampuan yang luar biasa setiap kita menamatkan chapter di FEAR 3, dan keberadaan scoring system dan level-up yang membuatnya semakin menarik. Mode multiplayernya maupun solo-mode practicenya juga bisa membuat kita bermain game ini lebih lama dan lebih lama lagi.



Storyline Score : 8.0
Storyline dari FEAR 3 ini membuat cerita keseluruhan dari FEAR series semakin jelas dengan mempertahankan beberapa bagiannya sebagai misteri. Inilah yang membuat cerita di FEAR 3 ini begitu menarik.

Gameplay Score : 9.5
Tempo permainan yang cepat dan variatif, musuh2 AI yang pintar serta difficulty gameplaynya yang menantang akan membuat kita ketagihan dengan gameplay FEAR 3.

Graphic Score : 7.0
Grafis FEAR 3 tidak terlalu spesial bahkan texture2 yang terkesan low-res, juga overall graphic yang blurry membuat grafis FEAR 3 masih kalah dengan game2 shooter lainnya. Namun, grafisnya menunjang dengan baik atmosfer seram dari game ini, juga keberadaan DirectX 11 dan FXAA, serta performa game yang berjalan lancar menjadi nilai tambah grafis FEAR 3.

Sound Score : 8.5
Disaat baku tembak maupun disaat moment2 seram, overall sound dari FEAR 3 terasa mantap. Juga voice acting yang sesuai dengan karakter2nya memberikan point lebih.

Replayability Score : 9.5
FEAR 3 adalah game yang terbilang lengkap baik itu campaign, coop, multiplayer, maupun solo-practice mode semuanya menarik dan akan membuat kita ingin bermain terus.


F.3.A.R Game Detail

Developer : Day 1 Studios
Publisher : Warner Bros. Interactive
Engine : Heavily modified Despair Engine

F.3.A.R PC Minimum System Requirements

* OS: Windows XP, Vista or Windows 7
* CPU: Intel Core 2 Duo @ 2.4 Ghz / AMD Athlon 64 X2 4800+
* RAM: 2 GB
* HDD: 10 GB free disk space
* Graphics: 512 MB Graphics Memory
* Sound Card: DirectX 9 Compatible
* DirectX: Version 9.0c

F.3.A.R PC Recommended System Requirements

* OS: Windows XP, Vista or Windows 7
* CPU: Intel Core 2 Quad @ 2.66 GHz / AMD Phenom II X4 @ 3.0 GHz
* RAM: 4 GB
* HDD: 10 GB free disk space
* Graphics: 1 GB Graphics Memory
* Sound Card: DirectX 9 Compatible
* DirectX: Version 11